Cerita A – Resensi If I Should Speak

Halaman Depan

Penulis: Umm Zakiyyah

Penerbit: Mizania

Terbit: Juni 2009

Berat buku: 400 gram

ISBN: 978-602-82xxx

Halaman belakang:

‘’Manusia memiliki sesuatu yang disebut fitrah. Fitrah ini menjamin kita bisa mengetahui kebenaran ketika ia datang. Dan apakah kebenaran itu? Itulah Islam.’’

Pernyataan itu menohok hati Tamika. Benarkah dirinya memiliki fitrah itu? Dan benarkah kebenaran yang selama ini ia cari adalah Islam? Tamika Douglass, seorang mahasiswi Amerika yang cerdas dan berbakat seni, telah lama dihantui pertanyaan-pertanyaan tentang Tuhan sebagaimana yang diyakini agamanya. Ibu dan sahabat-sahabatnya memberitahunya untuk tidak banyak mempertanyakan Tuhan, agama tidak perlu masuk akal dan ia harus percaya saja. Namun, Tamika tak bisa mengingkari kata hatinya.

Persahabatan dengan dua sahabat Muslim, Aminah dan Durrah ‘’Dee’’ Gonzalez, membuka jalan baginya untuk mengenal Islam. Awalnya Tamika agak anti dengan dua teman muslimnya itu, karena doktrin-doktrin yang begitu kuat dari orang tua dan temannya mengenai Islam sebagai agama orang-orang yang akan masuk neraka. Namun, lambat laun Tamika merasa ajaran-ajaran Islam bisa menjawab pertanyaan-pertanyaannya, pertanyaan-pertanyaan yang tak bisa dijawab dalam agamanya. Hingga ada yang pergi dalam hidupnya, ia pun semakin yakin akan hatinya. Mungkinkah yang berbicara itu adalah fitrahnya? Namun, apakah Islam yang selama ini ia cari? Beranikah ia mengambil langkah berani menjadi Muslim? Bukankah Islam adalah agama yang menindas perempuan, agama bangsa-bangsa tertinggal di dunia?

Inilah sebuah novel pencarian spiritual yang mendapat sambutan luar biasa di berbagai negara dan dianggap membawa pembaruan pada genre novel spiritual. Dikaji di kelas-kelas dan klub-klub buku, telah banyak pembaca mengakui pengaruh novel ini pada hidup mereka.

Buku ini bercerita tentang Tamika Douglass (maaf kalau namanya salah, soalnya bukunya udah dikembalikan), yang bertemu Aminah dan Durrah Gonzales yang biasa dipanggil Dee. Awalnya Tamika menginap di apartemen (lupa namanya, Insya Allah akan saya tambahkan) bersama seseorang. Tamika tidak suka sifatnya dan berujung pada ‘hal yang tidak boleh dilakukan’. Akhirnya Tamika pindah ke apartemen lain dan bertemu dengan Aminah dan Dee yang juga teman sekamarnya

Cerita berlanjut, Tamika mengambil jurusan agama tetapi bingung dengan pilihan agama yang begitu melimpah. Hingga akhirnya Tamika tertarik pada Islam karena Aminah dan Dee. Melalui Aminah, Tamika mengetahui sedikit-banyak tentang Islam, dan mempertimbangkannya

Novel ini tidak lantas mengagung-agungkan bahwa Islamlah yang benar dan agama lain adalah agama yang salah. Tapi novel ini lebih mengajak para pembaca untuk berpikir secara rasional dan memilih agama bukan hanya lantaran ikut-ikutan. Banyaknya narasi tentang Islam dapat menambah pengetahuan kita

Kemudian, Tamika dan Dee ditawari panggung dan dilihat produser. Besar kemungkinan mereka akan lebih dikenal setelahnya. Dee yang sudah berbulan-bulan tak menjalankan kewajibannya tetap saja melawan Aminah untuk bernyanyi di depan umum, sesuatu yang tidak boleh dilakukan Muslim

Singkat cerita Tamika dan Dee yang dihujani pujian karena aksinya yang bagus akhirnya menjumpai hal yang tidak pernah diduga sebelumnya, dan karena hal itu Tamika masuk Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s