Pindah Tempat Ngeblog

Nggak kerasa blog ini nggak ditulis posting baru selama setahun, maaf ya blognya jadi agak berdebu, hehe. Sebenernya kalau diurus, ya masih diurus, hanya intensitasnya jarang, paling moderasi komentar, karena blog ini pun nggak ada posting baru lagi–mungkin.

Bukannya saya berhenti ngeblog, tapi berpindah ke lain hati, hehe, dari sebelumnya di WordPress sekarang di Blogspot. Blog saya yang Blogspot sendiri aslinya blog tahun 2009 yang diracik ulang di bulan Desember 2010, tepat ketika blog ini mulai akan pensiun posting.

Anda masih bisa menemui saya di blog  saya di http://akuizul.blogspot.com/ namanya saya buat sama, Ekuivalen Izul, artinya “sama dengan Izul”. Anda juga dapat menemui saya di Twitter dengan username @izulnesia, jadi kita bisa ngobrol di tempat baru yang Insya Allah lebih nyaman.

Terima kasih sudah berkunjung ke sini, saya masih mengurus blog ini sekedar memoderasi dan menjawab komentar, atau kadang sedikit bereksplorasi fitur baru WordPress, karena bagi saya blog ini juga menjadi satu langkah yang penting dalam dunia ngeblog saya. Sekian🙂

Jurnal – Matahari yang Sederhana

Ketika sudah besar, aku ingin menjadi orang besar!

Roda-roda terus berputar

Tanda masih ada hidup

Karna dunia belum henti

Berputar melingkar searah*

Masa-masa yang sulit, kehidupan yang beragam. Tengok jendelamu sebentar kawan, lihat orang-orang di luar dan kau akan menemukan gelembung-gelembung surga yang terus membesar di atas mereka. Seragam dan terlihat seperti saat kau bercermin, persis seperti kau. Ah, ternyata kau juga menemukan gelembung seperti itu ada pada atas tubuhmu.

Namanya harapan.

Terik embun sejuta sentuhan

Pahit mengajuk pelengkap

Seribu satu perasaan

Bergabung setangkup senada* Continue reading Jurnal – Matahari yang Sederhana

Cara Membuat Aplikasi di Facebook, Mudah Tanpa Harus Tahu Bahasa Web

Pasti Anda mengira membuat aplikasi Facebook itu sulit dan harus tahu bahasa web, ada juga yang mengira membuatnya memerlukan uang. Di posting ini akan kita bahas cara membuat aplikasi Facebook yang mudah, gratis, dan tanpa harus tahu bahasa web, bagaimana caranya?

Yaitu dengan Application Builder, aplikasi pembuat aplikasi. Sebenarnya ada aplikasi lain semacam Quiz Creator dan Status Generator yang tutorialnya bisa dibaca di blog ini juga

Kita mulai langkah-langkahnya, baca dengan runtut ya Continue reading Cara Membuat Aplikasi di Facebook, Mudah Tanpa Harus Tahu Bahasa Web

Cerpen Suara Merdeka – Sebuah Surat untuk Phytagoras

Cerpen Sungging Raga | Suara Merdeka, 9 Januari 2011

Kita adalah sepasang angka sederhana, sepasang angka dalam rumus sisi miring segitiga.

APAKAH kita sedang berbalas puisi?

Tiba-tiba sebuah algoritma menarik kita ke dalam malam yang sepenuhnya tak biasa. Malam yang menawarkan sudut pandang paling indah tentang cinta yang buram dan remang. Tak ada bulan malam itu, tak ada lampu merkuri yang membuat napasmu terang oleh cahaya. Hanya ada kata dan angka, yang membuat kita merasa sedang bercanda di bawah tetesan musim bunga. Continue reading Cerpen Suara Merdeka – Sebuah Surat untuk Phytagoras

Cerpen Kompas – Tulang Belulang

Cerpen Rama Dira | Kompas, 9 Januari 2011

KINI, kemana pun pergi, tulang belulang anaknya itu selalu ia bawa.

Semuanya bermula dari kematian sang istri. Nyawa perempuan itu habis di tangan sendiri. Ia terjun bebas dari lantai dua belas. Pikiran sehatnya tandas setelah mendapati perutnya semakin membesar, berisi benih majikannya. Pada akhirnya, perempuan itu pulang dari negeri yang jauh dengan kondisi yang tak manusiawi, dalam sebuah peti mati murahan.

Lelaki itu tak bisa mengelak dari kenyataan yang menyakitkan ini. Serta-merta ia terhempas ke dalam duka yang nyaris tanpa ujung. Bukan semata tersebab kehilangan orang yang begitu ia cintai tapi juga sumber penghidupan. Selama ini, istrinya itu rutin mengirimkan uang asing dari negeri asing yang jika dirupiahkan, jumlahnya bisa membiayai lebih dari cukup hidupnya bersama anak semata wayang mereka. Continue reading Cerpen Kompas – Tulang Belulang

Cerpen Suara Merdeka – Bukan Sekadar Air Mata

Cerpen Indra Tranggono | Suara Merdeka, 2 Januari 2011

RIBUAN kilometer waktu telah ditempuh Rosoh memasuki kota demi kota. Belasan sepatu telah ia pakai: satu jebol diganti sepatu lain. Puluhan galon keringat tubuhnya telah membasah dan menguap. Satu tujuan Rosoh: ibukota negara Krusantarel. Tepatnya, Istana Presiden Klobodan.

Laki-laki asal desa kecil Tembiz itu bisa saja menumpang bus, truk, atau kereta api. Namun, ia telah bersumpah untuk menemui Presiden Klobodan dengan berjalan kaki, sepanjang hampir 1.500 kilometer. Sumpah itu diucapkan, setelah Tatum—anak bungsunya—meninggal akibat serangan demam berdarah. Tatum menyusul empat kakaknya—Darel, Morgi, Burka, dan Arka—yang juga meninggal karena demam berdarah. Continue reading Cerpen Suara Merdeka – Bukan Sekadar Air Mata

Cerpen Kompas – Ibu Pulang

Cerpen Dewi Ria Utari | Kompas, 2 Januari 2011

KRINGG!! Itu dering telepon kedelapan. Aku tahu pasti siapa peneleponnya. Nenek.

Dia masih saja berusaha membujukku untuk pulang. Padahal jelas-jelas aku sudah mengatakan kepadanya kemarin bahwa Natal tahun ini aku tak pulang. Ya. Pulang. Rumah Nenek adalah rumah untuk pulang. Aku dibesarkan olehnya. Juga oleh ayahku. Tapi tidak oleh ibuku. Continue reading Cerpen Kompas – Ibu Pulang

Cerpen Suara Merdeka – Halaman-halaman Pertama Buku Harian Dila

Cerpen Suara Merdeka, 12 Desember 2010 |Geger Riyanto

NAPAS yang memburu, tubuh kecil yang berguncang, pakaian melekat lengket di tubuhnya karena keringat. Beberapa menit, anak perempuan itu termenung di atas tempat tidur dengan biji mata yang seakan hendak menyeruak keluar dan jam beker yang berbunyi. Waktu menunjukkan pukul lima pagi, waktu bagi Dilla untuk mengangkat punggung dari kasur dan bersiap berangkat ke sekolah.

Sepuluh menit berlalu. Pintu kamar di ujung rumah itu masih tertutup rapat. Rumah itu masih sunyi, sebab si anaklah yang biasa memulai hari. Ibu bekerja jauh, terpisah lautan. Bapak tak akan bangun hingga wajahnya diseka matahari yang telah tinggi. Kepalanya akan pusing dan mulutnya akan mengeluarkan umpatan bila terbangun sebelum jam sepuluh. Continue reading Cerpen Suara Merdeka – Halaman-halaman Pertama Buku Harian Dila

Cerpen Kompas – Aokigahara

Cerpen Kompas, 12 Desember 2010 | Apendi

Tahun demi tahun semakin banyak saja orang Jepang yang bunuh diri di hutan ini. Aokigahara. Tempat favorit bagi mereka yang ingin bunuh diri. Yah… aku tidak akan mengeluh, karena bagaimanapun juga, semakin banyak mereka yang mati berarti pendapatanku semakin bertambah.

Orang Jepang menyebut hutan ini sebagai ”hutan bunuh diri” sehingga mau tak mau tak jarang orang berpersepsi keliru mengenai orang-orang yang datang ke hutan ini. Aku datang ke sini bukan sebagai turis entah untuk menikmati pemandangan gunung Fuji di sebelah barat ataupun suasana mistis yang hanya dimiliki oleh tempat di mana ratusan bahkan ribuan nyawa melayang di lokasi yang sama. Continue reading Cerpen Kompas – Aokigahara